Trivia Pajak: Soda Tax

TRIVIA PAJAK

Soda Tax: Dari Yang Manis Di Lidah, Jadi Pahit Di Dompet —

“Pernah kepikiran nggak sih kalau minuman soda yang kamu beli tiap hari ternyata sengaja dibuat lebih mahal…bukan karena inflasi, tapi karena pemerintah pengen kamu berhenti minum itu? Kedengarannya kayak konspirasi kecil ya, tapi ini beneran terjadi di Mexico. Ayo kita bahas bareng di Episode Trivia Tax kali ini.”

“Pada tahun 2014,Meksiko secara resmi menerapkan pajak sebesar 1 peso per literuntuk minuman berpemanis atausugar-sweetened beverages. Kebijakan ini bukan sekadar cari pemasukan negara, tapi bagian dari strategi besar untuk menghadapi krisis kesehatan nasional, karena tingkat obesitas di Meksiko termasuk yang tertinggi di dunia.

Secara teori ekonomi, ini disebut sebagaiPigouvian tax, yaitu pajak yang dirancang untuk mengurangi konsumsi barang yang berdampak negatif bagi masyarakat. Dan hasilnya? Tidak main-main.

Penelitian dariThe Journal of Nutrition menunjukkan bahwa setelah pajak diterapkan, pembelian minuman manis turun sekitar 6,3%, sementara konsumsi air minum justru meningkat hingga 16,2%. Bahkan dalam studi lain, penurunan konsumsi ini bisa mencapai sekitar 8% dalam dua tahun pertama setelah kebijakan diterapkan .

Lebih dalam lagi, dampaknya tidak hanya soal volume konsumsi. Studi jangka panjang menunjukkan bahwa peluang seseorang menjadi konsumen soda berat justru menurun, sementara jumlah orang yang berhenti mengonsumsi soda, meningkat secara signifikan.

Menariknya, pajak ini juga menciptakan efek psikologis atau signaling effect. Orang yang sadar adanya pajak ini cenderung mengurangi konsumsi soda, bahkan tanpa mempertimbangkan harga sekalipun. Jadi bukan cuma kantong yang ditekan, tapi juga mindset yang diubah.

“Dari kasus ini, kita bisa lihat bahwa pajak bukan cuma alat buat ngisi kas negara, tapi juga instrumen untuk mengarahkan perilaku masyarakat. Soda tax di Meksiko membuktikan bahwa kebijakan fiskal bisa masuk ke ranah gaya hidup, bahkan kesehatan publik.

Pertanyaannya sekarang, kalau kebijakan seperti ini diterapkan di Indonesia, cocoknya disebut sebagai pajak atau cukai ya?

Menarik banget kan?Jangan lupa like, comment, and follow kalau kamu suka trivia pajak unik kayak gini, dan sampai jumpa di Episode Trivia Tax berikutnya.”

Referensi:

[1] N. C. G. Gumiwang, “Pajak Makanan Cepat Saji Diusulkan Naik, Ini Kata Presiden,”DDTC News, Jakarta, pp. 1–2, 2020. [Online]. Available: https://news.ddtc.co.id/berita/internasional/23753/pajak-makanan-cepat-saji-diusulkan-naik-ini-kata-presiden

[2] J. C. Salgado Hernández, S. W. Ng, and M. A. Colchero, “Changes in sugar-sweetened beverage purchases across the price distribution after the implementation of a tax in Mexico: a before-and-after analysis,”BMC Public Health, vol. 23, no. 1, p. 265, Feb. 2023, doi: 10.1186/s12889-023-15041-y.

[3] L. S. Pedrazaet al., “The caloric and sugar content of beverages purchased at different store-types changed after the sugary drinks taxation in Mexico,”Int. J. Behav. Nutr. Phys. Act., vol. 16, no. 1, p. 103, Dec. 2019, doi: 10.1186/s12966-019-0872-8.

[4] M. A. Colchero, J. Rivera-Dommarco, B. M. Popkin, and S. W. Ng, “In Mexico, Evidence Of Sustained Consumer Response Two Years After Implementing A Sugar-Sweetened Beverage Tax,”Health Aff., vol. 36, no. 3, pp. 564–571, Mar. 2017, doi: 10.1377/hlthaff.2016.1231.

[5] N. A. Sánchez-Ortiz, A. Vargas Flores, J. E. Morales-Ríos, J. A. Quiroz-Reyes, and M. A. Colchero, “Affordability of sugar-sweetened beverages and nonessential energy-dense foods after taxation, Mexico, 2010–2022,”Rev. Panam. Salud Pública, vol. 49, p. 1, Feb. 2025, doi: 10.26633/RPSP.2025.10.